Post-Mining Land Restoration from an Environmental Fiqh Perspective (A Case Study of PT. Ang and Fang Brother's Mining Excavation in Morowali Regency)
Downloads
This study examines post-mining land restoration from the perspective of environmental fiqh, focusing on a case study of PT. Ang and Fang Brother (PT. AFB) in Morowali Regency, Indonesia. Mining activities significantly contribute to economic growth but also generate severe environmental degradation, including soil damage, water pollution, and ecosystem disruption. Although regulatory frameworks exist, their implementation often remains ineffective due to technical, financial, and governance constraints. Therefore, this study aims to analyze how environmental fiqh principles can strengthen post-mining restoration practices and enhance ecological sustainability. This research employs a qualitative approach using field research methods. Data were collected through in-depth interviews with company representatives and affected local communities, as well as documentation analysis of relevant policies and reports. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal a significant gap between restoration planning and field implementation. While PT. AFB has established reclamation programs, issues such as poorly maintained revegetation, abandoned mining pits, and limited community involvement persist. Environmental fiqh principles, including hifzh al-bi’ah, islah al-ardh, and ihya al-mawat, are found to align with national regulations and provide a strong ethical foundation for restoration. In conclusion, integrating environmental fiqh into post-mining policies can enhance moral responsibility, strengthen community participation, and support sustainable land restoration.
Alfharizi, M., Hamid, A., & Natsir, N. I. (2023). Analisis sistem pemidanaan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batubara. Jurnal Parhesia, 1(2), 162–166.
Amanda, S. P., Alfiyah, D., Aprilianto, A., & Mashuri, I. (2024). Urgensi fikih lingkungan di Indonesia. Prosiding Nasional Pascasarjana IAIN Kediri, 7, 23–34.
Direktorat Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. (2018). Diklat.
Fauzia, A., & Makarim, M. N. (2024). Studi literatur: Restorasi lahan pascatambang batu bara di Kalimantan Timur. Peatland Agriculture and Climate Change Journal, 1(1), 52–70.
Ginoga, M. A., Iskandar, & Madani, A. B. I. (2024). Status kepemilikan tanah masyarakat Pulau Rempang dalam perspektif kitab Al-Amwal karya Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam (157 H/774 M). Ar-Rayyah: Jurnal Ilmu Islam, 8(2), 458–487.
Hafizd, T. A., Mangunjaya, F. M., & Camin, Y. R. (2017). Tingkat persepsi dan kesadaran masyarakat Desa Tanjung Beringin terhadap fatwa MUI No. 04 tentang perlindungan satwa langka untuk keseimbangan ekosistem. Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 1(1), 1–8.
Harahap, F. R. (2016). Restorasi lahan pasca tambang timah di Pulau Bangka. Jurnal Society, 6(1), 61–69.
Herdiyanti, Hayati, L., Wilujeng, P. R., & Cholillah, J. (2022). Pemberdayaan masyarakat dalam upaya restorasi lahan pascatambang di Desa Bukit Kijang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat UBB, 9(2), 68–75.
Idris, M. N., & Anita, K. (2020). Analisis implementasi kaidah fikih lā ḍarar wa lā ḍirār dalam kedokteran modern pada kasus tindakan operasi. Nukhbatul ’Ulum: Jurnal Bidang Kajian Islam, 6(1), 50–76.
Indrajati, S., Emawati, & Azkar, M. (2023). Aktualisasi pendidikan fikih lingkungan (fiqh al-bi’ah) pada masyarakat kawasan hutan Desa Genggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Manazhim: Jurnal Manajemen dan Ilmu Pendidikan, 5(2), 646–666.
Istiani, M., & Purwanto, M. R. (2019). Fiqh bi’ah dalam perspektif Al-Qur’an. At-Thullab: Jurnal Mahasiswa FIAI-UII, 1(1), 24–39.
Lubis, F. T. M., & Lubis, K. A. (2024). Kontradiksi kewenangan pemerintah terhadap pengelolaan tambang pasca lahirnya UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba. Grondwet, 3(2), 18–30.
Rifzikka, S. A. (2024). Studi analisis tafsir Surah Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan lingkungan. Journal of Islamic Studies and Humanities, 9(2), 255–298.
Rilansari, V., & Ulhaq, W. D. (2024). Perspektif fiqih al-bi’ah dalam implementasi rencana tata ruang terhadap ruang terbuka hijau di Kota Bandar Lampung. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 19(1), 24–32.
Sabani, R. F. A. (2022). Analisis hadis lā ḍarara walā ḍirāran sebagai dasar fatwa keharaman rokok. Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 2(2), 268–293.
Sembiring, E. B., Nainggolan, S. A., Hutasoit, S. A., Emelica, Saputra, A. W., Johanes, B., Simanjuntak, H. F. Y., & Murati, F. (2024). Pengaruh pertambangan terhadap lingkungan dan sosial masyarakat. Jurnal Multidisiplin Inovatif, 8(11), 367–373.
Sholihin, A. S. (2025). Menelisik urgensitas fikih ekologi terhadap pelestarian lingkungan hidup. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, 6(3), 637–646.
Ubaidillah, M. H. (2010). Fiqh al-bi’ah (Formulasi konsep al-maqāṣid al-sharī’ah dalam konservasi dan restorasi lingkungan). Al-Qānūn, 13(1), 26–52.
Umami, M., Sari, E. N. N., & Haryanto, R. J. (2024). Estimasi potensi nilai ekonomi agroforestri berbasis paludikultur untuk restorasi lahan gambut. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 11(2), 463–485.
Copyright (c) 2026 Gunawan Musa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










